mounting file mac .dmg pada OS Linux
ah hari selasa , ruangan sepi yang ada cuma mba lidia sama pa rojul….wah ngapain ya baca kaskus sudah di baca dan tetap gagal pertamax…dan gagal pejwan….adooh kapan isonya nich..mana cendol belun ada lagi…????? koq jadi kaskus….
ok beberapa hari yang lalu membaca facebook seorang teman, yang menggunakan os hackintosh (versi bajakan macintosh), berkata wah macintosh bisa menjalankan semua file linux, dan dengan bangga pun dia membangga kan windows yang dapat menjalankan dile macintosh…..hmmmhhh…
ok kali ini g buktiin bahwa semua file system dapat di jalankan di linux, tetapi sebelumnya saya terangkan dulu file yang ada di macintosh.
macintosh selalu mengeluarkan atau menjalankan file yang berekstensi .dmg yang mana file itu sendiri sebenarnya merupakan sebuah kompresan atau dengan kata lain file itu sama halnya dengan file .zip, .tar.gz, dan file kompresi lainnya. yang membedakan adalah bahwa file compresi yang digunakan oleh mac memang tidak biasa. untuk mengecek sebuah file mac apakah file tersebut merupakan binary atau merupakan sebuah file compresi lakukan perintah ini
[root@localhost Desktop]# file ip2000ug100us.dmg
ip2000ug100us.dmg: VAX COFF executable not stripped - version 1539
jika yang muncul adalah keterangan seperti itu maka artinya file tersebut merupakan file compressed artinya file tersebut merupakan sebuah executable file……dan hany bisa di execusi saja
berbeda dengan jika terdapat hasil sebuah output file jika di lakukan perintah file. setelah mengetahui bahwa file tersebut merupakan executable file, gunakan sebuah tool yang bernama dmg2img. mengapa jika menjalankan sebuah file sebuah file executable, maka yang terjadi adalah sebuah error report seperti ini
“mount: wrong fs type, bad option, bad superblock on /dev/loop1,
missing codepage or other error
In some cases useful info is found in syslog - try
dmesg | tail or so”
jadi dengan menggunakan dmg2img..artinya file .dmg yang di miliki akan akan di compress kedalam image(.img).
dengan menggunakan perintah
[root@localhost Desktop]# dmg2img ip2000ug100us.dmg
jika berhasil maka akan keluar report seperti iniL:
dmg2img v1.6.2 is derived from dmg2iso by vu1tur ( to at vu1tur.eu.org)
ip2000ug100us.dmg –> ip2000ug100us.img
reading property list, 7397 bytes from address 1749096 …
decompressing:
opening partition 0 … 100.00% ok
opening partition 1 … 100.00% ok
opening partition 2 … 100.00% ok
opening partition 3 … 100.00% ok
Archive successfully decompressed as ip2000ug100us.img
You should be able to mount the image [as root] by:
modprobe hfsplus
mount -t hfsplus -o loop ip2000ug100us.img /mnt
setelah selesai mengcompress dengan menggunakan .img, lakukan perintah
[root@localhost Desktop]# mount -o loop ip2000ug100us.img /mnt/
setelah itu silahkan di lihat isi dari executable file.
Memutar aplikasi video/audio pada centos
Senin Mei 10th 2010, 14:00
Diarsipkan di bawah:
Neubie Linux
seperti yang kita tahu bahwa linux turunan RHEL selalu di dedikasi kan untuk server, banyak orang selalu berfikir bahwa setiap applikasi yang berbasiskan server selalu tidak dapat menikmati utilitas yang namanya pemutar musik maupun pemutar video. untuk kali ini saya dapat menyangkal jika ada pernyataan seperti itu, pada hari senin sedikit iseng-iseng saya mendapatkan sebuah file film ninja assasin. wow ceritanya sangat brutal akan tetapi distro yang saat ini sedang saya gunakan adalah Centos yang memang di dedikasikan untuk keperluan server. alahmak malang kali, akhirnya dengan sedikit bantuan google menemukan sedikit cara…dan juga di download juga….sedikit berbai cara dengan teman-teman di dunia maya okeh…
perisapan
- download file mplayer dari situsnya http://www.mplayerhq.hu silahkan cari tag downloadnya ya….hehehe…
- selain dari pada download mplayer, download juga gnome-mplayer yang ada di codec.google.com
- lengkapi library gtk2.0, glib, dlib, X11 dll… jangan males ya untuk ngeliat errornya.
setelah selesai download kedua file dan melengkapi file librarynya, selanjutnya adalah tahap instalasi
instalasi
- ekstrak file gnome-mplayer terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan tahap instalasi dengan cara ./configure, make, make install.
- setelah selesai menginstall gnome-mplayer, lanjutkan dengan menginstall mplayer, karena mplayer memiliki library yang cukup lengkap dibandingkan dengan gnome-mplayer.
- setelah selesai restart komputer anda dan kemudian pilih gnome
- tes dengan mejalankan applikasinya.
Tugas Seorang Database
Mumpung masih dalam mata kuliah dapat modul dari pa Yan Farmawan mengenai tugas Database administator, wah ternyata ribet juga ya setelah saya di berikan simulasi oleh pa yan, dan ga semudah kita belajar. mungkin ketika kita masih belajar coding php yang terdapat relation antar database., mungkin untuk membackup sebuah database tersasar sangat mudah , tapi bagaimana jika database yang kita ingin memiliki relation dengan database lainya, hali tersebut mungkin akan menjadi kendala, tapi dalam tulisan ini tidak akan membahas tentang tata cara membackup. melainkan akan saya bahas di pembahasan lainnya.
berikut ini yang merupakan tugas dari seorang database administrtor
1. mempersiapkan database, sesuai dengan kebutuhan pengguna(client) termasuk dalam hal instalasi, konfigurasi, dan migrasi data jika terjadi perubahan.
2. menjaga integritas data dan keamanan data(backup&restore, replikasi, point in time recovery, ssl).
3. mengoptimalisasi kinerja database (mengindentifikasi masalah, tuning konfigurasi, tuning query).
membuat sebuah swapfile
Kamis April 29th 2010, 09:59
Diarsipkan di bawah:
Neubie Linux
keterbatasan memory sebuah hardware memang sangat membuat para user kebingungan sementara kinerja software yang makin boros memory dan harga dari hardware memory yang kian melangit, untuk itu tersedia beberapa solusi yang cukup murah untuk membantu kinerja memori agar dapat menampung proses yang berjalan.
swap, bagi para pengguna linux swap mungkin sebuah hal yang sering terdengar dan mungkin bukan suatu hal yang baru karena setiap kali seorang user menginstalasi sebuah distro linux maka distro tersebut menyarankan untuk membuat sebuah swap. swap seniri merupakan sebuah virtual memory yang besarannya 2x dari memory hardware.
pengalaman yang pernah saya alami adalah ketika sorang client yang memiliki sebuah komputer dengan memory terbatas sedang menjalankan sebuah applikasi yang cukup rendah, sehingga mengakibatkan komputer user tersebut hang, saya berusaha mencoba memeriksa apakah terdapat masalah pada komputer tersebut dengan menggunakan live cd, tetapi saya pun mendapat masalah yaitu komputer berjalan sangat lamban dikarenakan memory hardware yang tersedia sangat terbatas, akhirnya saya memutuskan untuk membuat sebuah file swap sebagai virtual memory sehingga komputer dapat terbantu dengan swap tersebut.
berikut ini adalah cara untuk membuat sebuah swapfile
1. Tentukan besar dari berkas swap yang ingin dibuat dalam satuan mega bytes dan kalikan dengan 1024 untuk mendapatkan jumlah blocks yang akan dibuat.
2.Di shell prompt sebagai user root, ketik perintah berikut dengan count sesuai dengan ukuran block yang diinginkan.
“dd if=/dev/zero of=/data/swapfile bs=1024 count=2097152″
3.Setelah selesai membuat file /swapfile dengana menggunakan swapfile, sekarang waktunya memformat /swapfile tersebut sebagai swapfile dengan
“mkswap /swapfile”
4.selesai membuat /swapfile tersebut dengan mkswap tersebut, sekarang aktifkan swapfile tersebut dengan perintah
“swapom /swapfile”
5.untuk menaktifkan saat booting edit file /etc/fstab
“/swapfile” swap swap defaults 0 0″
pada proses booting nanti /swapfile akan di aktifkan sebagai swapfile.
6.Setelah menambah swap untuk meyakinkan kembali check dengan perintah free -m.
setelah mengikuti dari petunjuk yang saya buat, di harapkan pembaca dapat mengaplikasikannya
NB:sumber merupakan hasil campuran pengetahuan dari penulis
Build RPM from source installer
Rabu April 28th 2010, 16:31
Diarsipkan di bawah:
IT knowledge
Rpm merupakan sebuah paket yang di kembangkan oleh vendor di bawah naungan Redhat company yang tentu saja memiliki sebuah perusahaan yang sekelas dengan microsoft dan memilki ciri yang berbeda dengan micrososft dengan kata lain Redhat merupakan sebuah perusahaan yang sangat besar.
Produk yang di luncurkan oleh redhat antara lain sebuah distribustion Operation system yang bernama Redhat Enterprise Linux atau sering disebut dengan RHEL, untuk sekarang RHEL sudah mmenerbitkan operating system dengan sampai dengan versi ke 5.4 dengan menggunakan kernel 2.6.18, ada sebuah pertanyaan mengapa kita membutuhkan file yang berextensi seperti rpm bukankah linux itu menggunakan instalasi from source (.tar.gz, atau .tar.bz2).
Beberapa sisi mungkin instalasi software menggunakan source sangat menyenangkan dari sisi ilmu pengetahuan akan tetapi ada bebrapa hal yang mungkin tidak di sadari, akan diambil contoh jika saya memiliki sebuah database misalkan seperti mysql atau mungkin seperti postgresql, jika menggunakan instalasi dengan source mungkin akan lebih menyenangkan, tapi jika saya memandang dari sisi kemudahan update, maka saya akan lebih memilih kepada yang memilki extension seperti .rpm ataupun .deb tergantung dari distribution OS linux yang kita gunakan.
Tetapi saat ini saya hanya akan membahas build package from source into rpm package. Pertama yang harus di siapkan adalah sebuah soruce package yang berasal dari file dengan extensi .tar.gz atau lebih sering disebut sebagai intalation from source. Pada contoh kali ini saya menggunaka xchat sebagai contoh membuat paker yang berasal dari source/tar.gz menjadi berextensi .rpm, berikut adalah langkah dalam membuatnya
1. Download file tersebut “wget http://xchat.org/files/source/2.8/ xchat-2.8.6.tar.bz2″.
2. extrak file tersebut dengan perintah tar -xjvf xchat-2.8.6.tar.bz2 -C /opt <—–terserah direktory yang di inginkan
3. carilah file yang berxtensi .spec, karena file tersebut mencatat segala kebutuhan dalam mengkonfigurasi software tersebut.
4. Setelah masuk kedalam direktori lakukan perintah ./configure sesuai dengan yang biasanya.
[audhie@localhost:~]./configure
Note: pada saat configure software biasanya melakukan cek terhadap library yang dibutuhkan agar sotware dapat berjalan dengan sempurna.
5.Copy file yang berextensi .spec tersbut kedalam direktory /usr/src/redhat/ SPECS, tujuan dari pengkopian file tersbut agar mencari kompability arsitektur software terhadap mesin komputer.
6.Di dalam file berextensi .spec tersebut user dapat mengedit dengan menggunakan editor vi atau vim pada layer shell anda.
7.Setelah melakukan edit pada file .spec tersebut sekarang dapat menjalankan rpmbuild tetapi jangan lupa untuk mendapatkan source yang ada dan beserta file yag di ingikan copykan file asli tempat melakukan compile kedala /usr/src/redhat/BUILD.
[audhie@localhost:~]rpmbuild –ba xchat.spec
Note: file yang sudah selesai dapat dilihat pada direktory /usr/src/redhat/SRPMS dan option dapat di ganti sesuai dengan kebutuhan untuk bantuan silahkan baca manual page atau dengan menggunakan –help
proses boot, init dan run level pada Linux
Rabu April 28th 2010, 15:15
Diarsipkan di bawah:
IT knowledge
ketika seorang user menggunakan kopmputer pada pertama kali tidak terlintas dalam pemikirannya mengapa sebuah komputer tersebut dapat berjalanm, dan mengelurakan sebuah proses beep hingga akhirnya komputer tersebut dapat menjalanka sistem operasi yang telah di install oleh user tersebut kedalam harddisk.
oke diatas tadi hanyalah sebuah gambaran yang menggambarkan sebuah, analogi di mana seorang user bertindak sebagai pemakai atau dengan kata lain pengguna yang tidak mempedulikan bagaimana komputer itu bekerja…oke tapi masalah tersebut tidak akan saya bahas disini. pada kali ini saya akan membahas bagaimana suatu komputer akan melakukan proses booting sehingga nantinya dapat masuk kedalam sebuha sistem komputer.
agar mudah dalam mengetahui jika terdapat suatu masalah, sebaiknya ikuti gambar proses yang terdapat di bawah ini

penjelasan dari gambar diatas
- System startup, seorang user pada saat pertama kali melakukan kegiatan untuk proses dari bekerja dengan komputer adalah dengan menyalakan tombol switch on setelah menylakan switch on pada komputer maka yang terjadi adalah proses POST(Power On Self Test) yaitu pengecekan terhadap berbagai device yang ada di dalam komputer, tergantung dari banyaknya dcvice yang ada di dalam komputer.
- Stage 1 bootloader, setelah komputer melakukan proses startup temasuk didalamnya adalah melakukan proses POST, maka setelah semua tidak terdapat masalah maka komputer akan melakukan pengecekan terhadap MBR(Master Boot Record) fungsi dari MBR tersebut ialah menunjukan pemetaan dari system operasi yang telah terinstall di dalam harddisk.
- Stage 2 bootloader, setelah tadi melakukan pengecekan terhadap proses mapping terhadap Operating system yang terdapat pada harddisk, maka bootloader melaui sebuah program yang khususnya ada pada LINUX (LILO,GRUB). dapat di interpretasikan kedalam sebuah interface yang memudahkan bagi user untuk memilih Operating Systemnya.
- Kernel setelah komputer melakukan proses startup dan user memilih Operating system yang terdapat pada menu bootloader maka selanjutnya adalah komputer menjalankan kernel dari system operasi yang di pilih oleh user tersebut. khususnya pada linux proses boot terletak pada direktory /boot dan diawali dengan nama vmlinuz atau vmlinux. Ada 7 jenis runlevel yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan yang selengkapnya dapat dilihat sebagai berikut:
0: sistem halt
1: Modus single user, untuk maintenance (backup/restore) dan perbaikan
2: Multi user tanpa dukungan jaringan
3: Multiuser dengan dukungan jaringan baerbasis console (text)
4: Tidak digunakan
5: Multiuser dengan dukungan jaringan berbasis grafis
6: reboot
dari pemaparan diatas cukup jelas bahwa proses dari startup komputer hingga akhirnya komputer itu berjalan tanpa ada masalah, melalui berbagai macam proses. dan itu pun jika tidak terdapat masalah pada hardware maupun sistem yang ada di dalam Operating System….
NB:penjelasan diatas merupakan hasil gabungan pengetahuan yang ada di diri penulis beserta sumber lainnya (termasuk kampus dari penulis yaitu LP3T-Nurul Fikri dan juga website catatanlepas.com)
Disable IPv6 pada distro centos
Sabtu April 17th 2010, 10:09
Diarsipkan di bawah:
IT knowledge
ipv6 sebagai tipe dari pengalamatan ip terbaru belum banyak di implementasikan di Indonesia, untuk sistem operasi seperti linux secara default dari kernel sudah mendukung dari penggunaan ipv6. akan tetapi pengunaan ipv6 di rasa sangat mubazir dikarenakan blom adanya implementasi ipv6 di Indonesia. maka sekarang akan di bahas bagaimana cara mematikan fungsi dari ipv6 langsung dari kernel.
1. pastikan ipv6 anda sudah menyala dengan perintah lsmod
[root@localhost ~]# lsmod |grep ipv6
ipv6 267361 17 ip6t_REJECT
xfrm_nalgo 13381 1 ipv6
2. oke jika sudah terlihat oke maka kita matikan dengan menambah baris pada /etc/modprobe.conf
install ipv6 /bin/true
3.lakukan perintah remove module kernel
[root@localhost ~]# rmmod ipv6
4. selanjutnya reboot
5. setelah login cek dengan perintah
lsmod |grep ipv6
6. jika tidak ada output maka itu pertanda bahwa ipv6 sudah tidak berjalan.
simple sharing internet pada Linux
Senin Februari 01st 2010, 14:02
Diarsipkan di bawah:
IT knowledge
langkah-langkah sharing internet pada linux
1. pastikan ethernet pada linux anda
2. cek firewall yang anda gunakan
3. enable kan enggine untuk ip_forwarding pada komputer anda yang ingin di gunakan sebagai ip_forwarding
4. berikan opsi enable atau 1 pada file /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
5. jika masih terdapat enable ip_frowarding pada saat restart coba berikan angka 1 pada ip_forwarding pada /etc/sysctl.conf
6. masukan rule ini kedalam firewall “iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE”
7. selanjutnya masukan 1 rule agar firewall mengizinkan ip_forwarding “iptables -A FORWARD -i eth1 -j ACCEPT” (boleh di masukan kalaupun tidak ada juga tidak mempengaruhi..)
jika tidak langsung tersimpan, rule pada perintah iptables tersebut dapat di masukan kedalam
/etc/rc.local